Profil Brigjen TNI Faridah Faisal: Perempuan Pertama yang Menjabat Kepala Pengadilan Militer Utama

JAKARTA PJN Media News – Sejarah baru tercipta di lingkungan peradilan militer Indonesia. Brigjen TNI Faridah Faisal, S.H., M.H., mengukir prestasi emas dengan menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama).
Jenderal bintang satu asal Kendari ini membuktikan bahwa dedikasi dan integritas mampu membawa seorang prajurit perempuan ke puncak tertinggi korps hukum TNI. Berikut adalah profil dan perjalanan karier sang jenderal.
Masa Kecil di Kota Lulo: Jejak Pendidikan di Kendari
Faridah Faisal tumbuh besar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Dahulu, ia berdomisili di Jalan Beringin, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia—kawasan yang kini menjadi jantung kota, tepat di sisi kiri Lippo Plaza Kendari.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 1 Wua-Wua, tak jauh dari kediamannya. Semangat belajarnya kemudian berlanjut ke sekolah-sekolah unggulan di Kota Lulo:
- SMPN 1 Kendari: Sekolah bersejarah di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Kemaraya.
- SMAN 1 Kendari: Faridah merupakan alumni angkatan 1983-1986 di sekolah yang terletak di Jalan Mayjen Sutoyo, Tipulu ini.
Menimba Ilmu di ‘Ayam Jantan dari Timur’: Alumni FH Unhas
Selepas SMA, istri dari Ir. Budi Santoso, M.Si. ini memutuskan merantau ke Makassar untuk memperdalam ilmu hukum. Ia memilih Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) sebagai kawah candradimuka.
Faridah menyelesaikan gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada tahun 1991. Tak puas dengan gelar sarjana, ia kembali ke almamaternya untuk meraih gelar Magister Hukum (M.H.) pada tahun 2011. Latar belakang akademis yang kuat di Unhas inilah yang membentuk ketajaman analisis hukumnya selama berkarier di TNI.
Karier Militer: Dari Sepamilwa hingga Kadilmiltama
Setelah meraih gelar sarjana, Faridah memilih jalan pedang dengan bergabung ke Tentara Nasional Indonesia melalui jalur Sekolah Perwira Militer Wajib (Sepamilwa)—yang kini dikenal sebagai Sepa PK TNI.
Sebagai alumni Sepamilwa angkatan 1992 dari kecabangan Korps Hukum (Chk), ia mengawali pengabdiannya dengan pangkat Letnan Satu (Lettu). Tugas pertamanya dimulai di Kumdam VII/Wirabuana (sekarang Kodam XIV/Hasanuddin) di Makassar.
Pecahkan Rekor sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama
Karier Faridah Faisal terus menanjak seiring dengan integritasnya dalam menangani berbagai kasus hukum militer. Puncaknya, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama.
Jabatan ini sangat prestisius karena Pengadilan Militer Utama merupakan institusi peradilan tertinggi di bawah Mahkamah Agung yang mengadili perkara-perkara militer tingkat banding serta pengawasan teknis yustisial. Keberhasilannya menjadi perempuan pertama di posisi ini menjadi inspirasi besar bagi Korps Wanita TNI (KOWAD) di seluruh Indonesia.
