Awas! Maskapai Global Larang Penggunaan Powerbank di Kabin Pesawat Mulai 2026

JAKARTA, PJN Media – Kabar penting bagi para pelancong udara. Tren keselamatan penerbangan global di awal tahun 2026 memasuki fase baru yang lebih ketat. Korean Air resmi bergabung dengan deretan maskapai raksasa dunia yang melarang total penggunaan bank daya atau powerbank selama penerbangan berlangsung.
Langkah preventif ini menyusul kebijakan serupa yang telah diambil oleh Lufthansa Group, Emirates, Virgin Australia, hingga Qantas. Kebijakan ini juga berlaku bagi anak perusahaan Korean Air seperti Asiana Airlines, Jin Air, Air Busan, dan Air Seoul.
Mengapa Powerbank Dilarang Digunakan Saat Terbang?
Melansir laporan The Star (4/2/2026), kebijakan ini dipicu oleh kekhawatiran serius terhadap stabilitas baterai lithium-ion. Perangkat ini memiliki risiko tinggi mengalami thermal runaway atau panas berlebih yang berpotensi memicu kebakaran hebat di ruang kabin yang kedap udara.
Meskipun penumpang masih diizinkan membawa powerbank ke dalam kabin (tas jinjing), fungsinya kini dibatasi secara total:
- Dilarang Mengisi Daya: Penumpang dilarang menyambungkan powerbank ke ponsel, tablet, atau laptop selama berada di dalam pesawat.
- Dilarang Recharge: Mengisi ulang daya powerbank melalui soket listrik di kursi pesawat merupakan pelanggaran protokol keselamatan.
- Prosedur Fisik Ketat: Lubang pengisian daya pada unit wajib ditutup selotip isolasi atau disimpan dalam kantong terpisah untuk mencegah korsleting.
Aturan Kapasitas dan Penempatan Perangkat
Korean Air menetapkan standar kapasitas baterai yang ketat berdasarkan regulasi keselamatan internasional. Berikut rinciannya:
| Kapasitas Baterai (Wh) | Ketentuan Maksimal |
| Di bawah 100 Wh | Maksimal 5 unit per penumpang |
| 100 Wh – 160 Wh | Maksimal 2 unit per penumpang |
| Di atas 160 Wh | Dilarang Masuk Pesawat |
Selain kapasitas, posisi penyimpanan juga berubah. Powerbank dilarang disimpan di kompartemen bagasi atas (overhead bin). Perangkat wajib diletakkan di area yang mudah dijangkau (seperti kantong kursi) agar awak kabin dapat merespons cepat jika muncul asap atau panas mendadak.
Perbedaan Kebijakan di Berbagai Kawasan
Di kawasan Asia, maskapai besar seperti AirAsia, Singapore Airlines, Batik Air, Cathay Pacific, hingga Thai Airways telah menerapkan pembatasan serupa guna meminimalisir risiko kebakaran.
Namun, menariknya, maskapai berbiaya rendah di Eropa seperti Ryanair dan Easyjet dilaporkan belum mengikuti jejak pengetatan total ini. Perbedaan regulasi antarmaskapai ini mewajibkan penumpang untuk selalu memeriksa aturan spesifik sebelum melakukan check-in.
Edukasi Bagi Penumpang
Secara teknis, pengetatan ini bukan bertujuan menyulitkan wisatawan, melainkan menjaga keselamatan nyawa di ketinggian. Pastikan Anda memeriksa label kapasitas (Watt-hour) pada powerbank Anda sebelum bepergian. Jika label tersebut sudah pudar atau tidak terbaca, petugas bandara berhak menyita perangkat tersebut demi alasan keamanan. (Red.)
