Inovasi Sespimma Polri: Mengubah Citra Geng Motor Menjadi Ormas Legal

GARUT, PJN Media – Upaya menciptakan kondusivitas wilayah kini memasuki fase baru yang lebih progresif. Kelompok Belajar (Pokjar) IV Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan ke-75 tahun 2026 melakukan terobosan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Optimalisasi Pembinaan Kelompok Bermotor” di Mapolres Garut, Selasa (19/5/2026). Langkah ini menjadi katalisator bagi transformasi geng motor menuju arah yang lebih positif dan legal.
Data Bakesbangpol Kabupaten Garut mencatat terdapat 600 kelompok bermotor yang sudah terdata. Namun, masih ada lebih dari 300 kelompok yang belum tercatat, yang menjadi tantangan serius bagi aparat karena kerentanan kelompok usia muda ini terhadap tindak kriminalitas.

Serdik Sespimma Lemdiklat Polri, Satria Anggara, menyoroti bahwa fenomena geng motor berakar dari kebutuhan generasi muda untuk berekspresi. Meski tren transformasi menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) menunjukkan harapan, potensi kejahatan jalanan, terutama yang terkait narkoba, masih menjadi ancaman nyata.
“Nah yang kedua, irisan antaran kelompok (bermotor) usia muda dengan ancaman bahaya narkoba. Banyak kejahatan di jalanan berawal dari penyalahgunaan narkoba dan minuman keras,” bebernya.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Sespimma Polri menekankan pentingnya sinergi masif antara Polri, Dinas Pendidikan, Kesbangpol, hingga elemen masyarakat. Pendekatan tidak lagi hanya mengandalkan penegakan hukum represif, melainkan mengedepankan strategi preventif dan preemtif yang holistik.
“Diskusi tersebut menegaskan urgensi perumusan kebijakan yang tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum represif, tetapi juga strategi preventif dan preemtif yang holistik, termasuk integrasi sosial dan penciptaan lapangan kerja,” kata Satria.

Lebih jauh, Polri kini mengadopsi model Community Policing yang menekankan kemitraan sejajar demi memecahkan masalah keamanan secara humanis, termasuk melalui Keadilan Restoratif bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
“Dalam mewujudkan Harkamtibmas yang berkesinambungan, Polri mengadopsi model Pemolisian Masyarakat atau Komunitas (Community Policing). Yakni menekankan kemitraan yang sejajar antara petugas kepolisian dengan masyarakat dan instansi sipil guna memecahkan masalah kamtibmas ini,” ujarnya.
Sespimma Polri juga melakukan bakti sosial berupa donor darah dan penanaman 100 bibit pohon sebagai bentuk pendekatan emosional kepada komunitas.
“Pendekatan emosional menjadi kunci. Pendekatan dan pola pembinaan kelompok harus disesuaikan dengan psikologi usia muda,” tambahnya.
“Alhamdulillah terkumpul 100 kantong darah dari elemen serdik, anggota polres, komunitas premotor, ormas di Kabupaten Garut,” tutup Satria.

Klik Disini Untuk Penelusuran :
PJN Media PJN TV PJN Press Media Java News Andalaska News
Borneonusa News Nusaselebes News Nusapapua News
Pelacak Kasus Mediastara Inforiksa Zetta News Rims Media
Swara Jakarta Jabarnusa News Kabar Kaltim Sprit Sumsel
