Browse By

AHY Ingatkan Potensi Perang Dunia III: Kita Harus Sekuat Tenaga Mencegahnya!

JAKARTA, pjnmedia.pjntv.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan peringatan serius mengenai eskalasi ketegangan geopolitik global yang kian memanas. AHY menegaskan bahwa ancaman terjadinya Perang Dunia III bukanlah hal yang mustahil jika pemimpin dunia tidak segera mengambil langkah diplomasi yang konkret.

Menurut AHY, Indonesia sebagai negara dengan peran strategis di kawasan ASEAN dan dunia harus aktif menyuarakan perdamaian guna mencegah kehancuran global yang dapat berdampak sistemik pada ekonomi dan kemanusiaan.

Ancaman Geopolitik dan Dampaknya terhadap Indonesia

Dalam pernyataannya, AHY menyoroti bahwa ketegangan antar kekuatan besar dunia saat ini telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Persaingan supremasi militer dan ekonomi di berbagai kawasan, mulai dari Eropa Timur hingga Laut China Selatan, menjadi pemicu utama kerawanan stabilitas global.

“Kita harus sekuat tenaga mencegahnya (Perang Dunia III). Dunia tidak akan sanggup menanggung beban kehancuran dari perang skala besar di era nuklir ini,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta.

Beberapa dampak yang diwaspadai jika konflik global meluas meliputi:

  • Krisis Pangan dan Energi: Gangguan rantai pasok global yang akan memicu inflasi ekstrem.
  • Ketidakpastian Ekonomi: Penurunan investasi asing dan guncangan pada pasar keuangan nasional.
  • Keamanan Nasional: Risiko rembesan konflik yang dapat mengganggu kedaulatan wilayah.

Langkah Diplomasi: Peran Indonesia di Mata Dunia

AHY menekankan bahwa Indonesia harus tetap konsisten dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Pencegahan Perang Dunia III bukan hanya tugas negara-negara besar, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh bangsa.

Berikut adalah strategi pencegahan yang diusulkan dan didorong oleh pemerintah:

  1. Penguatan Dialog Multilateral: Memaksimalkan forum seperti G20 dan ASEAN untuk meredam provokasi antarnegara.
  2. Modernisasi Pertahanan: Meskipun mengedepankan perdamaian, AHY menilai penguatan pertahanan dalam negeri tetap penting sebagai instrumen “deterrence” (penangkal).
  3. Kepemimpinan Moral: Indonesia diharapkan menjadi jembatan (bridge builder) bagi pihak-pihak yang sedang bertikai.

Investasi pada Perdamaian untuk Pembangunan Berkelanjutan

Sebagai menteri yang membidangi infrastruktur, AHY juga mengaitkan stabilitas keamanan dengan keberlanjutan pembangunan. Menurutnya, mustahil membangun konektivitas dan infrastruktur yang merata jika dunia berada dalam situasi konflik.

“Pembangunan hanya bisa berjalan jika ada stabilitas. Tanpa perdamaian, semua rencana kemajuan bangsa akan terhambat,” tambahnya.

Penegasan AHY ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk tetap waspada namun tetap optimistis dalam menjaga kepentingan nasional di tengah badai geopolitik yang sedang terjadi. (Red.)